Wanita Karir : Menyeimbangkan Pekerjaan Dan Keluarga

Menjadi wanita karir merupakan pilihan bagi masing-masing orang baik terpaksa ataupun sukarela. Ketika seorang wanita karir menikah dan memiliki anak tentunya tidak sama kondisinya seperti sebelum menikah, dia tidak bisa lagi sebebas ketika masih lajang. Seringkali wanita karir mengalami dilema, antara keluarga dengan karir.

wanita karir

(c) shutterstock.com

Mungkin dia ingin tetap berkarir karena kebutuhan, namun keluarga di rumah membutuhkan perhatian darinya. Walaupun tidak semua wanita karir melalaikan keluarganya. Oleh sebab itu seorang wanita harus berusaha menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga. Karena keluarga merupakan yang utama, maka izin dan pengertian keluarga terutama suami mutlak diperlukan.

Supaya karir tidak menghambat seorang wanita untuk memberi perhatian pada keluarga, maka ada kiat menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga, di antaranya adalah:

Sebelum memutuskan untuk berkarir, diskusikan dahulu dengan keluarga terutama suami. Pada umumnya suami akan mengizinkan selama istrinya tidak meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga terutama mengurus anak. Pengertian keluarga sangat dibutuhkan oleh seorang wanita yang akan berkarir. Jika keluarga tidak menyetujuinya maka sebaiknya lebih mendahulukan keluarga.

Sponsored link:

Advertisement by Google

Jika izin dan pengertian keluarga sudah didapat, maka seorang wanita bisa memulai karirnya. Pilih pekerjaan yang ringan supaya tidak kelelahan, sehingga tetap dapat melakukan rutinitas di rumah dengan baik.

Pilih pekerjaan yang lokasinya dekat dengan rumah, bahkan lebih baik wanita berkarir di dalam rumahnya supaya tetap dapat mengawasi anak-anaknya dan mengatur rumah. Misalnya modiste, memproduksi makanan yang laku di pasaran, berbagai macam kerajinan, penulis, dan sebagainya.

Pilih waktu kerja yang pendek dan tidak mengikat jika bisa part time saja supaya waktu untuk keluarga tetap lebih besar. Disiplin terhadap jadwal yang dibuat, waktu untuk bercengkerama dengan keluarga jangan digunakan untuk bekerja. Jangan mengambil jam lembur di tempat kerja, jika harus lembur usahakan yang bisa dibawa pulang ke rumah.

Sebelum berangkat bekerja, usahakan tetap menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dahulu terutama mengurus suami dan anak. Tetap memberi perhatian penuh pada mereka, jangan tampak tergesa-gesa untuk segera berangkat kerja.

Jika anak dititipkan pada orang lain, maka pastikan orang tersebut dapat dipercaya. Apabila anak sudah sekolah, usahakan anak diantar dan dijemput oleh orang tuanya, hal ini akan membuat anak tetap merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Selalu tanyakan kabar anak dan apa yang didapat di sekolah, temani anak ketika belajar dan pantau prestasinya.

Tetap jadikan keluarga sebagai prioritas utama walaupun peluang emas di depan mata.

Oleh karena itu diharapkan setiap wanita karir hendaknya berusaha menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga supaya keluarga sakinah dapat terwujud. Jangan sampai seorang wanita meninggalkan yang wajib baginya (yaitu keluarga) untuk melakukan sesuatu yang tidak wajib baginya (dalam hal ini adalah karir).

Sponsored link:

loading...

Related Posts