Fredy Meninggal Saat Ikut Lomba Makan Ayam di KFC, Ini Penjelasan Lengkapnya!

Tewasnya Fredy tentu membuat kita semua sangat sedih dan prihatin, dan disisi lain kita mungkin punya segudang pertanyaan tentang apa sebenarnya penyebab tewasnya Fredy ini? Benarkah karena “kecelakaan” saja? Bagaimana tanggapan pihak KFC dan even organizernya? Apa yang telah dilakukan pihak Kepolisian untuk menindak lanjuti masalah ini. Berikut ada informasi menarik yang kami ambil dari megapolitan.kompas.com. Semoga bisa memberikan sedikit informasi tentang hal ini.

illustrasi - (c) shutterstock

illustrasi – (c) shutterstock

Penyelenggara lomba makan 5 menit berhadiah Rp 5 miliar yang mengakibatkan tewasnya Fredy Jayadi (45 tahun) saat mengikuti acara itu di KFC Taman Semanan, Jakarta Barat, Jumat (11/3/2016) kemarin‎, mengklaim bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan.

Hal itu disampaikan oleh Chief Programming Officer O2 Accion, Budi Raharja Sulaiman, dalam keterangannya, Sabtu (12/3/2016). O2 Accion merupakan penyelenggara acara tersebut.

Sponsored link:

Advertisement by Google

“Pihak KFC hanya kami ajak kerja sama. Dalam hal ini, kami yang bertanggung jawab atas acara ini. Kami itu event organizer-nya,” tutur Budi.

Dikatakan Budi, kasus yang menimpa Fredy adalah murni kecelakaan dan saat ini penyebab kematian korban sedang diselidiki.

“Ini murni kecelakaan. Kami punya tim dokumentasi dan dari dokumentasi itu sepertinya korban kekenyangan. Termasuk sebelum acara, semua peserta sudah tanda tangan buat surat pernyataan sehat. Ada asuransi juga dari Central Asia Raya,” ujarnya.

Budi menambahkan, dalam acara ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dan lucu-lucuan.

Ia tetap menegaskan peristiwa kematian Fredy murni karena kecelakaan.

“Kami serahkan kepada pihak berwajib untuk menanganinya,” kata Budi.

Kejadian itu bermula saat lomba diikuti oleh tiga orang peserta, termasuk korban.

Panitia penyelenggara memberikan tiga potong sayap ayam KFC. Siapa tercepat menghabiskan ayam itu akan menjadi pemenang.

Fredy telah menghabiskan ayam ketiga, lalu, secara tiba-tiba, dia tersedak. Korban langsung minum air putih.

Kemudian, korban diberi pertolongan dan langsung dibawa ke Klinik Yasa Husada di Jalan Pulo Indah RT/RW 001/08, Kelurahan Duri Kosambi.

Setelah diperiksa oleh dokter jaga, dokter menyatakan nyawa korban tak tertolong.

Untuk kepentingan visum et repertum, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

(Theresia Felisiani/Tribunnews.com)

Sponsored link:

loading...

Related Posts