Dikhianati dan Ditinggalkan? Haruskah Kita Balas Dendam ke Mantan

Jika jatuh cinta bahagianya berjuta-juta, maka patah hati sakitnya seperti tidak ada habisnya. Kalau kamu membaca tulisan ini, berarti besar kemungkinan kamu baru putus cinta atau masih kesal dengan mantan pacar, apalagi jika kalian putus dengan cara yang tidak baik. Si mantan selingkuh misalnya, atau dia melakukan perbuatan yang sangat mengecewakan sehingga hati yang dulu penuh bunga cinta berganti menjadi lautan api membara.

balas dendam ke mantan pacar

Ugh! Ingin sekali rasanya balas dendam supaya mantan tahu bagaimana sakitnya dikhianati dan dicampakkan. Tetapi tunggu dulu, balas dendam itu apa sih? Kami bantu mencari jawabannya di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Balas dendam: perbuatan membalas perbuatan orang lain karena sakit hati atau dengki.
Wah.. Kesannya negatif sekali balas dendam ini. Membalas perbuatan jelek dengan perbuatan jelek. Hmm.. saya yakin kamu tidak seburuk itu sampai bersedia  buang-buang waktu dan tenaga atas nama balas dendam. Serapuh-rapuhnya hatimu, dan sesakit apapun peninggalan sang mantan di hidupmu, balas dendam dengan cara yang buruk hanya akan membuatmu semakin terluka.

Saya paham bagaimana rasanya patah hati dan dikecewakan mantan pacar. Sakitnya luar biasa, bahkan sampai hitungan bulan. Tetapi alih-alih mencakar wajahnya, akan saya tularkan bagaimana cara membalas dendam tanpa menyakiti siapapun.

Nikmati Dulu Patah Hatimu

Seperti yang sudah saya tuliskan, patah hati karena dikhianati orang yang dicintai rasanya luar biasa sakit. Tidak perlu buru-buru memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja. Nikmati patah hatimu, menangislah, pergilah ke sahabat terbaikmu dan tumpahkan semua kecewa itu di sana. Menyakitkan memang, tetapi semua orang pasti melalui masa ini. Akan tiba waktu di mana setiap manusia harus terluka, agar kamu belajar untuk lebih kuat dan tabah.

Setelah puas menangis, angkat dagumu dan lihatlah dunia masih berputar, ladies. Tukang bakso kesayanganmu masih tetap berjualan dan rasanya masih enak, penggerak ekonomi di negara ini masih masih pusing memikirkan angka rupiah dan dollar, dan kabar baiknya, kamu masih bisa tersenyum. Di luar sana, ada banyak orang yang senasib dengan kamu. Mari berjuang bersama!

Sponsored link:

Advertisement by Google

Being Pretty is The Best Revenge

Masa patah hati sering membuat perempuan tidak karuan. Wajah bengkak karena menangis, ada lingkar hitam, terlihat lelah dan berantakan. Sudah waktunya kamu kembali cantik. Being pretty is the best revenge, right?

Pergilah ke salon, potong rambut dan ubah gayanya. Seorang pakar rambut bernama David Dang mengatakan “There’s a story behind every haircut.“. Ini waktunya memulai cerita baru. Bermain-mainlah dengan isi lemari pakaianmu, temukan gaya yang paling oke. Rapikan alis, pakai lipstik berwarna fresh dan lihatlah siapa perempuan cantik yang sedang berdiri di depan cermin?

Ini bukan tentang menarik perhatian laki-laki, tetapi bagaimana kamu menemukan lagi dirimu setelah kehilangan. Menjadi cantik adalah hadiah terbaik untuk dirimu sendiri. Hai cantik, berbahagialah lagi! Kamu pantas mendapatkannya.

Tidak Perlu Buru-Buru

Biasanya, perempuan yang baru patah hati ingin segera menunjukkan pada dunia bahwa dia bisa menggandeng laki-laki lain yang lebih oke. Lebih bagus lagi jika laki-laki ini lebih ‘wah’ dari sisi manapun dibanding mantan. Seolah ada rasa bangga bahwa kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dan lebih segala-galanya dibanding mantan pacar.

Jika kamu memang sudah siap ya tidak apa-apa, tetapi jika kamu belum siap, maka siapkanlah dulu hatimu agar sembuh dari lebam luka di masa lalu. Jatuh cintalah jika hatimu telah siap. Memaksakan diri memulai hubungan yang baru sangat mungkin melukai hatimu sendiri dan hati pria baru ini. Apa benar kamu sudah siap atau itu sekedar pelampiasan sakit hati?

Berbahagialah Untuk Dirimu Sendiri

Tiba-tiba kamu bertemu mantan pacar saat jalan-jalan di mall? Tunggu! Jangan dulu berbalik arah lalu kabur. Ini adalah kesempatan untuk mengetes apakah kamu sudah sembuh atau belum. Jika kamu bisa menyapanya, sekedar basa-basi menanyakan kabar dan ternyata rasanya biasa saja, ucapkan selamat pada diri sendiri karena kamu sudah berhasil melalui masa patah hati.

Berbahagialah! Memang sakit rasanya kehilangan orang yang (pernah) kamu cintai. Namun ingatlah lagi bahwa di setiap luka ada pelajaran dan jawaban Tuhan atas doa-doamu. Jika kamu pernah berdoa untuk mendapatkan pasangan yang baik, bisa jadi putusnya kamu dan dia adalah jawaban dari doa-doamu (atau bisa jadi doa ibumu).

Jadi berbahagialah saat kamu putus dengannya, siapa tahu ini adalah pembuka jalan untuk bertemu dia yang lebih baik. Yakini saja bahwa kelak kamu akan bertemu dengan dia yang mencintaimu tanpa lelah, saling mendewasakan dan setia dalam komitmen tanpa berpikir untuk saling meninggalkan.

Semoga patah hati membawamu pada pertemuan manis itu. Percayalah, walau sekarang rasanya berantakan dan seperti ‘mau mati saja’, beberapa tahun setelah ini, semua akan terasa lucu dan kamu akan tersenyum mengingatnya.

Sumber : http://bit.ly/1i5haJy

Sponsored link:

loading...

Related Posts