Cara Menyimpan ASI Dan Memberikan Pada Anak Untuk Ibu Bekerja

Bunda walaupun bekerja tetap dapat memberikan ASI ekslusif kepada bayinya. Dengan beberapa pengetahuan cara menyimpan ASI dan cara memberikan ASI hasil pompa, Bunda dapat memberikan ASI kepada si kecil setiap hari dan mendapatkan manfaat maksimal

cara menyimpan air susu ibu atau asi

Beberapa sobat Begitu.Com mungkin masih sering kebingungan dalam meyimpan ASI ini, untuk itu silahkan perhatikan penjelasan ini agar nanti Bunda tidak bingung lagi. Selengkapnya berikut cara-caranya. Catatan : ada baiknya Bunda catat tulisan ini dan konsultasikan dengan dokter atau Bidan langganan Anda untuk mendapatkan hasil terbaik.

Petunjuk Lama Penyimpanan ASI

Di ruangan ber-AC, ASI dapat bertahan hingga 6 jam, dengan asumsi suhu ruangan stabil, misalnya AC tidak mati saat ada botol berisi ASI di dalam ruangan tersebut. Untuk ruangan tidak ber-AC, ASI dapat bertahan tidak lebih dari 4 jam saja.

Sponsored link:

Advertisement by Google

ASI yang disimpan dalam lemari es dapat bertahan hingga 8 hari, dengan kondisi ruangan lemari es ini terpisah dari bahan-bahan lain. Jika ASI berada dalam lemari es bersama dengan bahan-bahan lain disarankan ASI tidak disimpan lebih dari 3 hari.

ASI yang disimpan dalam freezer dapat bertahan hingga 3 bulan. Jangan menyimpan ASI pada pintu freezer karena mengalami variasi perubahan suhu udara.

Jika lemari es memiliki tempat menyimpan daging terpisah / deep freezer dimana suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI dapat bertahan hingga 6 bulan.

Petunjuk Cara Penyimpanan Dan Pemberian ASI

Simpan ASI dalam wadah steril yang dapat ditutup rapat

Bubuhkan label setiap menyimpan ASI. Tulis tanggal dan jam ASI tersebut dipompa.

Jika dalam 1 hari Ibu memompa ASI beberapa kali, ASI tersebut dapat disatukan dalam botol yang sama, dengan syarat selang waktu antara satu dengan berikutnya tidak lebih dari 24 jam dan suhu ruangan tempat ASI disimpan harus stabil antara 0 – 15 derajat celcius.

Bila ASI yang disimpan akan diberikan, ASI dihangatkan dengan merendam wadah penyimpan ASI dalam air hangat. Sesuaikan jumlah ASI yang direndam dengan kebutuhan minum bayi Anda.

ASI yang telah dihangatkan tidak bisa disimpan kembali, jadi perhatikan agar ASI tidak terbuang sia-sia.

Sponsored link:

loading...

Related Posts