Apa Yang Harus Bunda Lakukan Ketika Tak Dapat Memberikan ASI

Berbagai alasan menjadi penyebab mengapa ibu yang baru melahirkan tak dapat memberikan ASI kepada bayinya dan harus tergantung pada konsumsi susu formula.

tidak-bisa-memberikan-asi

Mulai dari jumlah ASI yang kurang mencukupi kebutuhan buah hati, faktor kesehatan ibu yang tidak memungkinkan, si bayi tak dapat mengisap langsung dari puting ibu, atau sudah terlanjur mengenal rasa susu formula dan menolak saat diberikan ASI.

Sebelum timbul rasa bersalah yang berkelanjutan, tanyakan kepada diri sendiri apakah ibu sudah melakukan semua cara untuk memberikan ASI kepada buah hati termasuk meminta bantuan dari pihak lain (dokter, bidan, konselor laktasi). Jika ya, maka ibu tak perlu merasa bersalah karena tak dapat memberikan yang terbaik kepada si buah hati.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan ibu ketika tak dapat memberikan ASI:

Berikan maaf buat diri sendiri

Sponsored link:

Advertisement by Google

Memaafkan diri sendiri lebih sulit dilakukan apalagi ketika menyangkut masalah buah hati. Tapi, lakukanlah hal ini karena rasa salah yang berkelanjutan secara tak langsung dapat mempengaruhi perkembangan buah hati. Kemampuan memberikan ASI kepada buah hati bukanlah tolok ukur untuk manjadi seorang ibu sejati.

Ungkapkan perasaan

Jika berkonsultasi pada dokter, bidan atau konselor laktasi, ungkapkan perasaan dengan jujur.  Buka diri dengan menerima kata-kata hiburan dari teman baik dan keluarga. Mengungkapkan perasaan membuat semua menjadi lebih mudah dijalankan.

Cari informasi donor ASI

Jika tetap bertekad untuk memberikan ASI bagi sang buah hati, cari informasi mengenai donor ASI. Tanyakan kepada konselor laktasi atau bahkan teman dalam komunitas dan jejaring sosial yang diikuti.

Dapatkah ikatan ibu dan bayi tetap terbentuk walau pun tidak menyusui?

Tentu saja. Menyusui ASI memang merupakan cara untuk memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, tapi bukan satu-satunya.

Saat memberikan susu botol kepada bayi, lakukan dengan posisi menyerupai saat ibu menyusui dengan payudaranya. Pegang erat buah hati dan lakukan kontak mata dengannya. Perbanyak juga kontak kulit dengan buah hati.

Harus diingat bahwa ikatan yang kuat terbentuk juga berdasarkan cara ibu merespon tangisan bayi, seberapa sering memeluk, mengurus dan bermain dengannya. Peranan sebagai orang tua jauh lebih penting daripada fakta apakah ibu menyusuinya atau tidak.

(Disadur bebas oleh UP. Sumber: www.babycenter.com, Jhoanna S Robledo)

Sponsored link:

loading...

Related Posts