Ini Dia 5 Ciri Pria Kekanak-Kanakan, Terus Dewasanya Kapan?

Tulisan tentang ciri pria kekanak-kanakan ini cukup menarik, karena pada kenyataannya banyak juga lho yang suka berpacaran dengan pria dengan sifat seperti ini. Nggak percaya? coba dech tengok disekkeliling kalian, teman-teman kamu atauy mungkin saudara kamu, fakta menarik akan kalian temukan. Terus bagaimana jika kebetulan kita tidak menginginkannya dan ternyata sifat kekanak-kanakan itu ada pada pacar kita? Yuk kita baca info menarik ini.

ciri pria kekanak-kanakan

Menjalin hubungan dengan seorang pria yang kekanak-kanakan? Wah, pasti akan jadi tantangan tersendiri. Buat Anda yang sudah berencana untuk memiliki hubungan jangka panjang atau menikah, Anda tentunya menginginkan pasangan yang dewasa dan bisa diandalkan.

Pria yang belum dewasa atau masih kekanak-kanakan itu bisa dilihat dari caranya bersikap atau merespon sesuatu. Bahkan dari cara ia bicara pun, kita bisa cari tahu apakah ia sudah dewasa atau belum. Ladies, berikut ini lima ciri pria kekanak-kanakan versi Vemale. Yuk, cari tahu, jangan-jangan pasangan Anda saat ini masih belum dewasa.

Tak Bisa Diandalkan

Pria dewasa itu adalah mereka yang bisa diandalkan. Setidaknya ia tahu cara merawat diri dan memperlakukan orang lain dengan baik. Saat dimintai bantuan, ia juga akan berusaha sebaik mungkin memberi pertolongan. Ketika ada masalah, ia juga tak langsung lepas tangan.

Pria yang masih kekanak-kanakan akan bersikap “masa bodoh” dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Ia sama sekali tak punya inisiatif untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Cenderung cuek dan lebih mementingkan diri sendiri padahal jelas-jelas ada orang lain yang sedang butuh bantuannya.

Tak Bisa Bedakan Kapan Saat Bercanda dan Serius

Segala sesuatunya harus dilakukan dan disikapi dengan cara yang tepat. Waktunya pun perlu diperhatikan, kapan bisa bercanda dan kapan saatnya sudah harus serius. Pria yang belum dewasa akan sulit membedakan ini, ia akan bingung saat harus menempatkan diri yang tepat dalam sebuah situasi.

Sponsored link:

Advertisement by Google

Ia bisa dengan mudah membuat Anda marah. Ketik Anda ingin bicara serius, dia malah kurang peka dan malah bercanda hingga menyinggung perasaan Anda. Dia juga sering main-main dengan perasaan Anda. Bahkan ia cenderung menang sendiri dengan melakukan sesuatu demi kepentingan dirinya sendiri.

Tak Punya Prioritas Hidup

Pria yang belum dewasa hanya akan bergantung pada orang lain. Ia tak punya inisiatif untuk membangun masa depannya sendiri. Ia juga tak memiliki prioritas hidup. Semua dilakukan berdasarkan, “Lihat nanti saja deh,” “Kita jalani aja dulu,” “Ya sudah ikuti air mengalir saja.” Bikin bete, kan?

Pria yang dewasa setidaknya tahu apa yang ia inginkan dalam hidup. Tahu apa yang diinginkan dan impian apa saja yang mau diperjuangkan. Dia pun akan bertanggung jawab pada setiap pilihan hidupnya.

Suka Menghindari Masalah

Pria pemberani dan dewasa tak langsung gentar begitu saja saat menghadapi sebuah masalah. Justru masalah itu akan dihadapi dan dicarikan solusi. Sementara pria yang kekanak-kanakan akan lari dari masalah. Sebisa mungkin ia akan cari aman dan menjauh saat dihadapkan pada sebuah masalah.

Repot kan kalau berhubungan dengan pria yang selalu menghindari masalah? Padahal kita juga ingin bisa menyelesaikan masalah itu bersama supaya hubungan bisa terus lanjut. Selain itu kemampuan menghadapi dan menyelesaikan masalah sangatlah perlu dimiliki setiap orang untuk mendapat hidup yang lebih baik.

Egois dan Gampang Ngambek

Sedikit-sedikit ngambek, sms nggak dibales eh malah marah, telepon nggak diangkat eh jadi bete. Nggak enak kan pastinya punya pasangan yang egois dan gampang ngambek. Apalagi jika masalahnya adalah sesuatu yang sepele, padahal segala sesuatunya pasti punya penjelasan dan alasan. Misal, kita tak bisa segera membalas smsnya karena sedang rapat di kantor.

Pria yang dewasa adalah ia yang mau mendengar pasangannya. Ia juga akan berpikiran terbuka menerima saran dan masukan dari orang lain. Pun ketika ada sesuatu yang berjalan tak sesuai keinginannya, maka ia bisa berusaha mengambil sikap yang terbaik.

Nah, bagaimana? apakah info ini bermanfaat buat Anda? semoga yaaa, jangan lupa like and share jika berkenan dan setelah itu diskusikan dengan teman Anda tentang hal ini via sosial media, pasti seru dech. Dan pastinya dari diskusi itu akan muncul informasi-informasi yang lebih bermanfaat dan bisa kalian pakai, share yach!

Sumber : http://bit.ly/1OF2eN2

Sponsored link:

loading...

Related Posts