4 Manfaat Curah Hujan Yang Tinggi Bagi Kehidupan

Hujan atau juga dikenal dengan presipitasi, merupakan salah satu kejadian alam yang melibatkan kondensasi air di udara. Ketika udara tidak bisa lagi menahan berat air, ia akan jatuh ke bumi dalam beberapa bentuk seperti hujan es, hujan air, maupun hujan salju. Hujan merupakan salah satu bagian yang tidak akan pernah mengalami akhir, karena manfaat air hujan merupakan bagian dari sebuah siklus air.

manfaat curah hujan yang tinggi

(c) shutterstock.com

Pada saat air jatuh dalam bentuk hujan, nantinya air tersebuat akan mengalami proses penguapan dan akan tersimpan oleh awan. Pada saat awan tak bisa lagi membendungnya, air yang telah menguap tadi akan jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan. Begitulah proses siklus air yang akan terus menerus berulang.

Perbedaan Intensitas Curah Hujan

Pada umumnya, terjadinya curah hujan dengan intensitas yang tinggi hanya berlangsung sebentar dan mencakup daerah tertentu saja, yaitu daerah-daerah yang tidak luas. Sementara di daerah yang luas sangat jarang terjadi hujan dengan intensitas tinggi, biasanya hujan yang terjadi pada daerah tersebut terjadi curah hujan dengan intensitas rendah tetapi dalam jangka waktu yang lama. Terjadinya hujan yang tinggi yang dalam durasi waktu yang lama jarang sekali ada, kalaupun hal itu terjadi bisa kita bayangkan besarnya volume air yang tumpah dari langit.

Manfaat curah hujan yang tinggi juga membawa berbagai macam keuntungan  terhadap sistem cuaca bumi, musim, serta kelangsungan hidup semua makhluk di bumi termasuk manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan, diantaranya adalah :

1. Menempatkan mineral alami kembali ke tanah

Menurut seorang konsultan dari Garden Place bernama BJ mankin menyatakan bahwa air hujan dapat membantu menempatkan mineral alami kembali ke tanah, sementara manfaat air tidak. Pada saat musim kemarau, persediaan air di beberapa daerah akan berkurang, bahkan habitat yang ada di wilayah tersebut mengalami kesulitan untuk mendapatkan air. Sebagaimana kita tahu bahwa air merupakan element penting bagi kehidupan makhluk di bumi.

Jika air tak ada, maka hal tersebut dapat mengancam kelangsungan hidup makhluk hidup. Manfaat curah hujan yang tinggi dapat membantu mengurangi resiko tersebut, yaitu dengan mengembalikan kembali mineral-mineral dalam tanah. Selama musim kemarau kandungan senyawa tersebut berkurang secara drastis dan telah berdampak pada kelangsungan hidup makhluk disekitarnya.

2. Sebagai sumber pengairan lahan pertanian

Manfaat curah hujan yang tinggi dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi para petani, mereka tak perlu bersusah payah untuk mencari sumber pengairan untuk mengaliri lahan-lahan mereka. Hal ini akan lebih menghemat tenaga dan juga biaya. Selain itu, curah hujan yang tinggi juga dapat bermanfaat untuk mempercepat proses tanam di lahan-lahan pertanian, karena air hujan dapat membantu menggemburkan tanah. Hal ini memudahkan untuk melakukan pengolahan lahan, seperti dibajak maupun saat dicangkul. Hal ini akan membawa manfaat hemat tenaga.

3. Cadangan air saat kemarau

Saat kemarau tiba, beberapa daerah mungkin akan mengalami kekeringan yang terjadi dalam waktu yang relatif panjang. Seperti penjelasan di atas bahwa kemarau yang panjang akan membawa dampak negatif bagi kehidupan sekitarnya, seperti kematian bagi beberapa spesies tanaman. Kemudian manfaat tanah pada lahan-lahan pertanian tidak bisa ditanami secara maksimal. Pada akhirnya akan berdampak pada meruginya para petani karena mereka harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk mendapatkan air untuk sistem pengairan lahan-lahan mereka.

Selain itu juga, sumber air untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat juga akan sangat terbatas, seperti untuk mencuci, memasak, mandi, dan lain sebagainya. Saat kemarau mereka harus bersusah payah untuk mendapatkan air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak jarang mereka harus berjalan jauh untuk menemukan sumber mata air yang masih ada, atau juga harus berdesak-desakan dalam antrian bantuan air dari pemerintah.

Sponsored link:

Advertisement by Google

Dengan adanya tingkat curah hujan yang tinggi pada wilayah tersebut, hal tersebut tentu saja akan bisa diatasi. Dengan catatan, adanya bendungan atau waduk yang akan menampung air hujan sehingga hal tersebut akan mencukupi kebutuhan air selama musim kemarau tiba.

4. Sumber air minum yang baik untuk kesehatan

Air hujan merupakan salah satu sumber air yang menyehatkan, karena ia merupakan air murni tanpa bahan-bahan campuran berbahaya seperti klorin. Seperti yang kita tahu bahwa kebanyakan air yang kita minum yang berasal dari air ledeng memiliki kandungan zat klorin, yaitu sebuah zat yang digunakan untuk menghilangkan kuman penyakit yang terdapat dalam air ledeng.

Beberapa studi telah menyatakan bahwa kandungan klorin yang terdapat dalam air dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti terjadinya kanker kandung kemih, dubur, serta kanker usus besar. Selain itu, klorin juga dapat menyebabkan cacat lahir, kelainan otak, kelainan urat saraf tulang belakang, kelahiran prematur, kurang berat saat proses kelahiran, bahkan meningkatnya resiko keguguran. Hasil studi lainnya juga menunjukkan bahwa klorin dapat merusak ginjal dan hati hewan peliharaan.

Untuk beberapa wilayah, hujan dengan intensitas yang tinggi, merupakan salah satu bahaya cuaca buruk. Dikatakan sebagai curah hujan  jika curah yang tinggiah hujan lebih dari 100 mm dalam 24 jam.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya curah hujan yang tinggi, diantaranya :

Faktor Garis Lintang – Suatu daerah yang berada pada garis lintang yang rendah, maka wilayah tersebut lebih berpotensi untuk mendapatkan hujan dengan intensitas yang tinggi. Hal ini disebabkan daerah yang berada pada garis lintang yang rendah memiliki sehu yang lebih besar daripada daerah yang berada pada garis lintang yang tinggi. Suhu yang tinggi sangat berpengaruh pada proses penguapan.

Faktor ketinggian – Wilayah yang berada pada dataran rendah akan berpotensi untuk mendapatkan hujan dengan intensitas yang tinggi.

Jarak dari sumber penguapan dan arah angin – Manfaat udara yang bergerak yakni angin, merupakan agen yang akan membawa uap air saat melewati sumber penguapan. Suatu wilayah yang berada dalam jarak yang lebih dekat dengan sumber penguapan, maka potensi curah hujan yang akan terjadi pada wilayah tersebut akan semakin tinggi.

Faktor luas daratan –  Suatu wilayah yang memiliki daratan yang lebih luas akan berpotensi untuk mendapatkan curah hujan dengan intensitas yang rendah.

Selain beberapa faktor di atas, menurut seorang ilmuan iklim senior dari Lingkungan Kanada di Toronto bernama Xuebin Zhang menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah curah hujan di beberapa daerah, dan penurunan di bagian lain dunia. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa saat terjadi kenaikan suhu dibeberapa daerah, hal itu bisa menyebabkan daerah lebih sering kekeringan.

Terjadinya curah hujan dengan intensitas yang tinggi dapat menyebabkan berbagai macam bahaya seperti banjir,tanah longsor, angin kencang, dan berbagai dampak lainnya yang nantinya dapat menimbulkan kerugian bagi makhluk hidpu disekitarnya, baik kerugian material maupun kerugian non material. Adapun kerugian-kerugian tersebut diantaranya adalah :

  • Tingginya curah hujan dapat mengakibatkan pupuk-pupuk yang seharusnya diserap tanaman akan hanyut terbawa air.
  • Menganggu proses penanaman dan proses panen.
  • Terganggunya penanganan limbahTanaman kekurangan oksigen yang akhitnya membuat akar membusuk dan tanaman cepat mati.
  • Menyebabkan pertumbuhan yang pesat terhadap jamur dan berbagai jenis penyakit akibat berkembangnya lalat serta nyamuk dengan cepat.
  • Menurunnya produktivitas kerja terutama di luar ruangan, dan masih banyak lagi.

Dari penjelasan di atas kita bisa mengetahui bahwa disamping memberikan manfaat curah hujan yang tinggi namun juga menyebabkan dampak bahaya  besar bagi kehidupan. Beberapa cara berikut dapat membantu mengatasi permasalahan akibat bencana hujan, serta untuk menjaga agar persediaan air mencukupi saat terjadinya kemarau :

  • Tidak melakukan eksploitasi manfaat hutan secara berlebihan yang nantinya dapat mengganggu proses penyerapan air tanah.
  • Menanami kembali hutan-hutan yang telah gundulMembangun bendungan-bendungan untuk menampung air hujan.
  • Tidak membuang sampah ke sungai-sungai dan selokan, hal ini untuk melancarkan aliran air agar nantinya tidak meluap saat musim penghujan.Penggunaan air seperlunya atau tidak berlebihan.

Sumber : Dari berbagai sumber di internet

Sponsored link:

loading...

Related Posts