13 Program Untuk Tubuh Ideal Silahkan Dipelajari

Berlatih tanpa perhitungan demi meraih lekuk tubuh ideal, hanya akan menambah panjang daftar kegagalan Anda. Buatlah program yang sederhana tetapi realistis.

Berapa banyak orang yang Anda kenal yang menjadi anggota gym, tetapi hanya menggunakan fasilitas gym di minggu-minggu pertama atau bahkan tak pernah memakai membership-nya sama sekali? Atau begini: kenalan Anda getol membuat program penurunan berat badan, tetapi baru menjalaninya tiga hari, sudah merasa gagal dan tidak mau melanjutkannya lagi. Jangan-jangan Anda salah satunya?

program untuk menjadikan tubuh ideal

(c) shutterstock.com

Tak perlu malu, kok, untuk mengakuinya. Ini memang ‘penyakit kronis’ yang kerap menjangkiti hampir semua orang yang ingin memiliki tubuh ideal. Persoalannya mungkin simpel saja, Anda belum tahu cara berkomitmen untuk mendapatkan tubuh idaman. Mau tahu triknya?

1. MULAILAH DENGAN TARGET YANG REALISTIS

Karena begitu bersemangat untuk langsing, Anda membuat target latihan yang tidak realistis. Seperti: ‘Timbanganku harus berkurang 10 kg dalam seminggu’, ‘ukuran celana jeans-ku harus turun 4 nomor dalam sebulan’. Memasang target terlalu tinggi berisiko membuat Anda frustrasi, ketika menyadari target sebesar itu sulit direalisasikan dalam waktu yang singkat, dengan latihan simpel dan disiplin yang longgar. Lakukan semuanya bertahap. Jangan pula sampai terobsesi. Latihan yang dilakukan secara bertahap, teratur, terstruktur, dan logis justru akan membuahkan hasil yang langgeng.

2. CATAT UKURAN TUBUH ANDA DAN BUAT TARGET

Jangan ragu (hanya karena malu) untuk mencatat ukuran tubuh Anda saat ini. Dengan mengetahui ukuran tubuh sebelum program latihan dijalankan, Anda akan memiliki perspektif atas kemajuan kemajuan yang Anda capai dari waktu ke waktu. Siapkan diri Anda dengan target-target yang menyeluruh, seperti:

  • target psikologis, misalnya lingkar bagian-bagian tubuh, berat badan, tekanan darah.
  • target kebugaran, misalnya kapasitas aerobik, kekuatan, dan kelenturan.
  • target yang berkaitan dengan kebiasaan, misalnya berjalan dari halte bus ke kantor setiap hari.
  • lebih bagus lagi bila Anda menambah satu atau dua target yang kental aura olahraganya, misalnya ikut maraton atau triatlon tahun ini
  • target kompetitif, misalnya mengalahkan sahabat saat pertandingan tenis bulan depan.

3. VARIASI

Bicara soal latihan, jangan lupakan variasi bila Anda ingin menjaga kemampuan adaptasi tubuh Anda. Selain itu, variasi membuat Anda tidak ‘mati rasa’ karena bosan, padahal baru beberapa minggu berlatih. Tubuh Anda membutuhkan variasi, begitu pula ‘kepala’ Anda. Jadi, gabungkan keduanya. Variasi akan memberi rasa nikmat, keterikatan, dan kualitas hasil, serta meminimalkan risiko cedera

4. FOTO DIRI ANDA SETIAP 4 MINGGU

Kalau Anda belum pernah memotret tubuh Anda yang jauh dari seksi hanya dalam balutan pakaian minim (atau bahkan bugil), inilah saatnya. Eit, jangan berpikir negatif dulu, dong. Membuat foto diri seperti itu, dari sisi depan, samping, dan belakang bisa menjadi alat ukur yang realistis.

Anda mungkin malu melakukannya dan sama sekali tidak berminat melihat hasilnya. Tetapi, percayalah, cara tersebut ampuh untuk memacu Anda untuk segera bertindak. Seorang bijak pernah berkata, kadangkala kenyataan kecil di depan mata bisa mencambuk Anda untuk segera bertindak. Jangan lupa kenakan busana yang sama di waktu yang sama (pilih: pagi, siang, atau sore) dan di dalam ruangan yang sama setiap kali Anda berfoto.

5. LAKUKAN DENGAN HATI SENANG

Sponsored link:

Advertisement by Google

Tak perlu mengeluh. Nikmati saja setiap proses yang memang perlu Anda jalani. Dengan demikian, Anda akan lebih kuat bertahan dan menyelesaikan apa yang telah Anda mulai. Di saat-saat tertentu saja Anda perlu bekerja sedikit lebih keras. Sisanya, cukup lakukan latihan dan aktivitas sederhana yang akan menuntun Anda mencapai target.

6. OLAHRAGA SAMBIL ‘BERGAUL’

Saran ini mungkin tidak selalu cocok untuk semua orang, tetapi cukup jitu. Dengan bergaul sambil melakukan olahraga permainan, Anda akan mengantungi dua keuntungan sekaligus: meningkatkan kebugaran sekaligus bersenang-senang sambil bersosialisasi. Jangan heran jika tanpa Anda sadari Anda telah berlatih lebih lama daripada biasanya. Asyik, kan?

7. BUAT RENCANA 4 MINGGUAN

Membuat target yang berlaku seumur hidup mungkin akan terasa melelahkan dan menakutkan. Jadi, lebih baik Anda membaginya menjadi target jangka pendek, sedang, dan panjang. Empat minggu adalah waktu yang cukup singkat untuk meraih keinginan Anda (dan tetap bertahan di sana), tetapi juga lumayan lama untuk menciptakan sebuah perubahan yang signifikan. Anda bisa menggabungkan beberapa target selama empat minggu tersebut. Misalnya, “Saya akan menurunkan 4 kg dalam 28 hari ke depan dan setiap pagi saya akan berjalan kaki selama satu jam.”

8. BUAT PENILAIAN SECARA TERATUR

Sama halnya seperti yang Anda lakukan dengan foto diri, penilaian secara teratur merupakan cara yang baik untuk mengukur kemajuan Anda. Jika melakukan semuanya dengan benar, Anda akan melihat adanya perubahan setiap kali melakukan penilaian. Biar tak membuat Anda stres, coba kemas dengan cara yang fun.

Penilaian ini umumnya melibatkan tes kebugaran (kekuatan, kapasitas aerobik, dan lain-lain) serta ukuran fisik. Tes regular ini juga akan membantu Anda menentukan apakah perlu memperbaharui latihan atau membuat perubahan di beberapa bagian.

9. BERLATIH DENGAN PARTNER

Memiliki partner latihan bagi kebanyakan orang merupakan strategi yang efektif untuk tetap berada di dalam jalur. Karena ditemani, Anda akan lebih menikmati proses latihan. Dan sebelum Anda sadari, rutinitas berolahraga telah menjadi kebiasaan Anda.

10. SEWA PT

Bagi sebagian orang, ini merupakan pilihan yang masuk akal dan praktis (walau tidak bisa dibilang murah). Personal trainer (PT) yang berkualitas akan memotivasi, mengajarkan, memacu, dan menjaga Anda tetap jujur pada diri sendiri. Jika Anda dapat melakukannya tanpa bantuan PT, akan lebih baik lagi. Pada sebagian orang, berlatih dengan PT bisa menjadi solusi mutakhir, terutama bila Anda punya seribu satu alasan untuk mangkir berlatih. Dengan jadwal ketat dari PT, Anda akan sulit untuk menghindar.

11. MILIKI DIARY LATIHAN

Membuat catatan latihan punya banyak tujuan. Di antaranya:

  • membantu Anda untuk tetap disiplin dan berpijak pada kenyataan.
  • meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bagaimana tubuh merespons latihan yang Anda lakukan.
  • membantu Anda tetap termotivasi dan senang menjalani latihan.
  • membuat Anda memiliki perspektif atas keseluruhan proses. Membaca catatan-catatan selama tiga bulan terakhir akan membuat Anda lebih peka dan realistis terhadap kemajuan.
  • membantu menghitung dengan cermat dan tetap melakukan apa yang perlu Anda lakukan.

12. BUAT ATURAN YANG TAK BISA DIGANGGU GUGAT

Tak perlu overtraining. Berlatih gila-gilaan hanya akan mengikis motivasi, fokus, dan momentum Anda hanya dalam hitungan minggu, bahkan hari. Motivasi bisa datang dan pergi dengan mudah. Karena itulah, Anda perlu punya aturan yang tidak bisa diganggu gugat. Misalnya, “Saya akan berlatih lima kali dalam seminggu, apapun yang terjadi.” Atau, “Saya akan jogging setiap pagi tiga kali seminggu, walaupun pada saat saya merasa malas.”

13. JANGAN ASAL MENGGANTI TARGET

Begitu mencapai satu target, biarkan diri Anda menikmati apa yang sudah Anda capai. Jangan pernah merasa bahwa pencapaian Anda masih jauh dari sempurna, tubuh Anda kurang langsing, otot Anda kurang kencang, dan 1001 alasan lainnya. Padahal, penyangkalan ini justru akan menciptakan masalah baru. Ayolah, nikmati apa yang telah berhasil Anda capai, lalu pertahankan!

Source: dari berbagai sumber

Sponsored link:

loading...

Related Posts